KISAH HIDUP
Muin Asso, lahir di salah
satu nama kampung yang di kenal dengan kampung Pobiatma. Saya di lahirkan dari
seorang ayah hebat dan ibu hebat dari buah hati kedua orang tua saya yang
bernama Wesakin Asso sebagai ayah dan Anny E.Wetipo sebagai ibu. Kami ada tujuh
saudara yang di lahirkan dari ketujuh itu di antaranya ialah semua di lahirkan
putra dan putri satu,dari ketujuh ini masing-masing yang pertama James
Asso,Muin Asso,Siliwan Asso, Zerra Asso,Yanus Asso, Yantho Asso,dan Jhan Asso.Dari
semua ini mereka masih ada dan semua di kampung pobiatma.
Saya lulus SD tahun 2006
dari sekolah Yayasan Advent Maima,pada tahun 2009 lulus dari Sekolah Menengah
Pertama SMP Negeri 3 Wamena Megapura-Papua dan 2012 lulus SMA Advent Sogokmo. 2012
melanjutkan tingkat perguruan tinggi Universitas Udayana Denpasar Bali.
Dan sampai sekarang masih
melanjutkan jenjang kuliah S1 pada perguruan tinggi universitas udayana
bali.Fakultas teknik Jurusan Teknik Mesin Bukit Jimbaran.
KISAH PERTAMA
1.1 Buta
Pada waktu itu sekitar tahun 2000-an
orang tua saya mengajak untuk saya masuk sekolah,sayapun ikut dan ikut tetapi
masih bingun cara untuk menyesuaikan lingkungan karena pada saat itu ialah
pikiran saya itu hanya ada untuk bermain saja. Kemudian yang saya perna ambil
alas an itu di kampung saya juga yang di kenal dengan namanya tanah
longsor,ketika longsor malam saya bangun pagi dari tempat tidur Honai langsung
kesana akhirnya menjadi untuk saya ke sekolah menjadi malas. Waktu itu saya
bermain pecek dan salah satu guru yang kita paling menakutkan yaitu Bapak
Ramses Repasi karena beliau sering memaksakan untuk masuk sekolah iapun ke
asyikan bermain pecek, ketika beliau bersuara dari jalan kamipun melarikan diri
agar tidak dapat kena tangkap.
1.2 Sadar
Saya merasakan hal itu bahwa merasakan
kembali akhirnya bisa sadar dan bisa berfikir demi sedikit untuk berfikir
dewasa dan saya-pun ada niat untuk mau ingin sekolah dan zaman itu sangat sulit
untuk berpakaian dan hidup tidak benar dan sayapun berusaha sampai akhirnya
bisa juga.
1.3 Sekolah
Pada tahun 2001 saya mulai masuk sekolah
tingkat sekolah dasar dan juga untungnya saya Pak guru menginformasikan kepada
ayah saya bahwa anak namanya Muin Asso besok harus datang ke sekolah akhirnya
saya pergi dan sampai depan sekolah ada salah satu teman namanya Musa Asso dia
mendekati ke saya dan di kasih marah akhirnya saya pun merasa sedih dan
menangis dan pulang ke rumah.
Dan hari esok saya kembali pergi lagi ke
sekolah akhirnya mendapatkan salah satu hadiah dari Pak Guru yang sering
membuat saya takut itu,dan saya sadar kembali padahal beliau hatinya bagus dan
saya mendapatkan pakaian seragam lengkap dari pak guru akhirnya membuat saya
senang.
Begitu
saya masuk sekolah Dasar iapun semakin mengerti dan tidak lama kemudian saya
pun bisa membaca dan menghitung dari sejak bangku kelas II.Selama saya di
bangku SD tidak perna tahan kelas dan selalu mendapatkan peringkat akhirnya saya
bisa naik kelas juga dengan cepat.
Waktu
saya bangku kelas IV saya mendapatkan tawaran untuk ikut ujian karena di kelas
saya hampir tidak sama dengan teman-teman istilah anak yang paling pintar itu
adalah salah satu kebanggaan saya namun waktu itu.Ketika di tawarkan untuk ikut
ujian saya meliaht bahwa kakak saya ada di bangku kelas VI akhirnya saya
berfikir untuk mengundurkan diri dari tawaran saya tersebut di atas tadi
penjelasan.Maka saya pun tetap semangat dan bertahan akhirnya pada tahun 2006
saya tamat dari sekolah dasar Advent Maima.
Selama
masih duduk di bangku sekolah dasar sampai dengan saya besar bersama dengan
nenek Apsek Asso.Ia dari kelas dua sampai dengan tamat SD bahkan saya di
besarkan disana bersama nenek saya dan selain itu berdampingan dengan Om-om
saya disana.Iapun masih ingat karena nenek itu masih saying sekali dengan
saya,walaupun nenek itu umur sampai puluan tahun dan dia berusaha untuk saya di
besarkan dan sayapun bisa selesai dari sekolah dasar dan sayapun kembali ke
orang tua untuk melanjutkan ke tingkat sekolah atas pertama.
KISAH
KEDUA
2.1 Mencari Modal Sekolah
Waktu
itu saya tamat dari sekolah dasar,saya punya cita-cita untuk melanjutkan sangat
besar dan punya impian yang begitu besar.Tetapi sayangnya tidak punya pondasi
akhirnya sering jatuh bangun dan saya orang pendiam dari saudara saya yang lain
dan takut untuk meminta kepada orang tua untuk
belikan pakaian seragam SMP.Dan saya pun kerja keras untuk bagaimana
caranya untuk melanjutkan sekolah dan terpaksa saya mencari uang sendiri untuk
tujuan agar saya bisa mendapatkan pakaian seragam dan untuk beli buku tulis.
Salah
satu cara untuk saya kerja keras ialah belah kayu bakar!! .Saya sering ikut
Teman-teman saya belah kayu bakar da nada salah satu teman yang paling akrab Loss
Asso dan bersama saudara lainnya juga,kadang kami merasa sakit hati karena kayu
bakar yang kami belah tersebut orang mencuri dan kadang ada orang datang di
bakar semua.Dari salah satu bapak yang bernama Esimola Asso dan saya bersama
teman-teman merasa tidak enak dengan bapak tersebut dan kami pun tetap sabar
dan berjuang kerja keras untuk hanya mau mendapatkan uang sejumlah 200,000,00
itu hanya untuk mau masuk sekolah.
Hal
yang paling sulit lagi untuk saya mencari uang ialah cari kumbang (Kipuli), ini
yang paling sulit pagi keluar hutan masuk sampai dengan sore dan itu kami
menabung sampai banyak sekitaran dengan jumlah uang 50.000,00 sampai dengan
jumlah itu dapatkan kami sendiri bawah jual ke kota Wamena.
2.2 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
Ketika
saya berfikir dan saya merasa kembali untuk hasil usahanya,saya mempersiapkan
pakaian seragam dan beli alat tulis dan sepatu semua,dan saya mendaftarkan diri
untuk salah satu SMP negeri 3 Megapura. Disitu saya mengikuti tes seleksi akhirnya
lulus dan saya melanjutkan disana,dengan jangka waktu tiga tahun selama bangku
sekolah SMP.
Hampir
tiga tahun lebih saya berjalan kaki dari kampung Pobiatma ke sekolah Megapura
dengan jarak antara kurang lebih 5 kilo. Hampir setiap hari pagi dengan
berangkat kurang lebih jam 06.00Wit sampai dengan sore pulang jam 16.00 Wib.
Waktu itu saya nekat untuk ingin mempunya sepeda dayung untuk membantu ke
sekolah tetapi sayangnya sulit untuk mendapatkan hal itu,akhirnya terpaksa saya
tetap jalan kaki dan kadang saya numpang dengan mobil jurusan ke sekolah bahkan
pulang juga demikian.
2.3 Jangkah Waktu Lulus
Dengan
tidak sadar bahwa saya bisa cepat selesai juga dari SMP karena saya itu niat
untuk sekolah terlalu tinggi dan bsar untuk harapan saya ke depan,walaupun saya
berjalan kaki dari jauh tetapi tetap semangat untuk ke sekolah itu. Selama
duduk di bangku kelas1 s/d kelas 3 saya tidak perna namanya tahan kelas bahkan
saya sering memperoleh peringkat kelas di sekolah,dan itu ialah salah satu
kebanggaan saya di saat itu.
Meskinpun
saya merasa senang karena hamper setiap guru mereka akrap dengan saya bahkan
sampai kepala sekolah SMP Negeri 3 Megapura itu senangnya saya di saat
itu,kadang kami merasa lapar pada saat jam istrahat sampai kami lari ke arah tersembunyi
untuk menggali tanaman ubi milik guru-guru,dengan tujuan kami ingin makan ubi
menta (Komuk).
Saya
bertahan sampai akhirnya bisa lulus dari smp negeri 3 Megapura itu salah satu
ke banggaan buat saya dan keluarga saya walaupun itu salah satu usaha kerja
keras untuk saya membesarkan nama orang tua dan kebanggan buat keluarga besar
saya.
Ketika
saya tamat dari smp ada banyak teman-teman yang ingin melanjutkan ke sekolah
menegah atas SMA dan saya bingug bahwa,saya lanjut/tidak??
Tetati saya ambil keputusan untuk
melanjutkan sekolah akhirnya waktu itu orang tua sendiri di antar langsung
untuk mendaftarkan salah satu sekolah yayasan Yapesli Wamena. Dan saya dengan
percaya diri bahwa daftar hanya satu itu saja,dan saya melihat teman-teman saya
itu banyak yang memilih sekolah,tetapi saya tidak ada pikiran seperti mereka
dan saya memilih satu itu dengan harapan besar saya.
KISAH KETIGA
3.1 Perjalanan
Awal Sekolah Menengah Atas
Ketika
saya tamat dari sekolah menengah pertama di salah satu sekolah yaitu Smp negeri
3 Megapura,bahwa saya lulus ingin melanjutkan ke tingkat atas SMA.Ketika saya
tamat sayapun berusaha untuk mau melanjutkan dan mendaftarkan diri untuk masuk
ke kota dan saya daftar di salah satu sekolah yaitu Sma Yapesli wamena.Ketika saya daftar dan
saya mengikuti ujian tes akhirnya lulus
disana dan saya melanjutkan disana selama satu bulan lebih.
3.2 Awal
Orientasi Sekolah (OSPEK)
Awal
mau masuk itu masing- masing sekolah harus memperkenalkan diri yaitu denga nama
Ospek dan itupun ada persyaratan perlengkapan yang saya harus di siapkan sesuai
permintaan oleh panitia pelaksana ospek. Begitupun saya sudah menyiapkan semua
bersama kawan-kawan saya waktu itu,demikian pula saya mulai mengikuti kegiatan
ospek tersebut selama dua hari berturut-turut,kemudian hari ketiga saya mulai
malas karena saya jalan dari kampung naik sepeda dayung ke kota dengan jarak
yang cukup jauh itu.
Kemudian
waktu itu saya agak terlambat sedikit akhirnya saya dapat hukuman dari panitia
pelaksana ospek,maka mulailah dari itu saya merasa malas mengikuti kegiatan
ospek tersebut,maka dari ke empat selanjutnya saya pun tinggal di rumah karena
waktu itu panitia pelaksana ambil waktu selama satu minggu setelah itu saya
beristrahat di rumah. Setelah beberapa kemudian mulai aktif masuk sekolah.
3.3 Awal
Masuk Sekolah
Begitu
pula mulai aktif sekolah saya mulai masuk sampai dengan selama hampir satu
minggu lebih,itupun saya datang dari kampung pobiatma dengan jarak kira- kira
12 kilo ke kota,itu adalah awal masuk sekolah jadi hati saya itu ada
kesemangatan untuk pergi ke sekolah.Dengan demikian beberapa hari lagi di ajak
sama Om tinggal bersama di kota Wamena,kemudian saya mengikuti masuk ke kota
disana dan saya pergi ke sekolah dari situ bersama om tersebut.
Saya
mulai tinggal di kota dan merasa saya tidak tenang tinggal di kota itu,ada
muncul pemikiran bahwa tidak bebas tinggal disana dan sudah rasa malas,kadang
saya dengan pakaian rapi pergi keluar pagi sampai sayapun tidak pergi tujuan ke
sekolah tapi lari ke tempat lain. Kemudian pada saat jam pulang ke sekolah saya
pun pulang ke rumah dengan alas an bahwa saya itu dari sekolah padahal bukan
dari sekolah.!!!!
Kemudian
setelah dua minggu lebih itu akhirnya saya meninggalkan sekolah dan saya pulang
ke kampung selama dua minggu lebih saya tinggal bersama orang tua saya tinggal
di rumah,dan banyak orang bertanya bahwa anak kenapa tidak kesekolah dan
tinggal di kampung? Begitu pula saya pun kasih alasan dengan berbagai macam
alasan saya,karena saya berfikir takut di marah sama orang-orang sekitaran
semua.
3.4
Pindah Sekolah
Waktu
itu saya dengan tanpa ada tujuan berdiri di jalan raya depan rumah kemudian ada
mobil lewat dari arah ke kota tujaun ke Kurima di bawah,saya meminta gantung
untuk mengikuti mobil tersebut. Sampai saya ikut ke bawah dan sampai depan sekolah
SMA Advent Sogokmo saya meminta sopir untuk stop dan saya turun disitu.
Dengan maksud tujuan bahwa
saya mau minta izin untuk pindah sekolah disana salah satu kampung Sma Advent
Sogokmo. Ketika begitu saya naik dari depan sekolah banyak teman-teman yang
melihat dan mereka di tertawa karena pada saat itu kami teman sebangku di saat
Sekolah Dasar,Saya pun menunduk kepala dan lurus kearah kantor sekolah dengan
tujuan bahwa saya mau menghadap kepala sekolah,demikian saya ke sana bertemu
dengan salah satu guru mudah Sir Arphi Mulait dan dia merasa senang dan
bersenyum dan kita jabah tangan disitu dan bertanya? Adik ada mau perlu siapa?
Jawab Sir saya ada mau ketemu sama sir kepala sekolah,begitu pula langsung di
antar ke ruangan dan bertanya dengan kata” Boss bagimana ada yang saya bisa
bantu anda” . Dan saya jawab Sir saya mau pindah sekolah disini? Jawab sir anda
masuk saja karena sekolah ini ada untuk kalian dan besok anda bawah surat
pindah dan surat foto copy ijazah akhir,kemudian saya meminta ucapan trima
kasih dan pamit pulang kembali ke rumahnya.
3.5
Keaktifan Mulai Sekolah
Setelah beberapa minggu
kemudian saya mulai aktif masuk sekolah dan tidak sampai bulan dan belum naik
kelas,begitu pula saya di ajak sama teman-teman saya waktu Kollombus Wetipo,
Billy Asso, Lanny Asso dan Mully Wetipo. Kami ikut kegiatan program pemerintah
kabupaten jayawijaya seleksi penerima beasiswa bagi asli putra putri lembah
baliem. Jadi waktu itu memang nasib saya dan Tuhan sudah di atur untuk pribadi saya,kemudian teman-teman saya di
atas mereka sudah ikut tes seleksi dan mereka sudah dapat tembus,jadi memang
waktu itu ada satu yang harus di cari kemudian saya yang dapat dan di ajak ke
kota untuk tes seleksi tersebut.
Maka waktu itu saya pun ikut
tes dan akhirnya dapat tembus akhirnya beberapa kemudian kami sendiri dapat
informasi melalui radi RRI wamena kemudian di bacakan nama untuk berangkat ke
Jakarta belajar disana.Lalu kami tidak lama kemdian berangkat dari wamena ke Jakarta
kemdian saya ialah awal naik di dalam pesawat dan tidak perna naik pesawat
seperti itu.
3.6 Awal
Naik Pesawat Untuk Merantau di Negeri Orang
Begitu
saya mendengar informasi bahwa dalam waktu ini kami telah berangkat,maka saya
tidur di kampung dan saya pagi berangkat naik mobil ke tempat tujuan kantor
Wahana Visi Indonesi ( WVI ) dan saya melihat teman-teman saya itu memang
datangnya sangat ramai dengan keluarga,tidak sebanding dengan saya datang
sendiri tidak mendampingi keluarga satu pun. Kemudian kami di kasih arahan dan
di bawah ke bandara untuk di berangkatkan.
Dan
ini adalah nama –nama asli putra putri kabupaten jayawijaya yang telah lulus
hasil seleksi penerima beasiswa Yohanis Surya Institut Jakarta :
1. Muin Asso
2. Billy Asso
3. Lanny Asso
4. Kollombus Wetipo
5. Mully Wetipo
6. Fredy Matuan
7. Tanus Elopere
8. Alm.Mison Wenda
9. Hernisa Gombo
10. Hemiran Tabuni
11. Natalia Paragaye
12. Eliakim Itlay
13. Edison Logo
14. Alm. Welemina Wetipo
15. Munike wetipo
16. Andi Matuan
17. Obeth Meaga
18. Jefri Elosak
19. Piter Hisage
20. Yulli Gombo
21. Ita Wetapo
22. Ani Alua
23. Veronika Wilil
24. Merry Wetipo
25. Albert Kossay
26. Nikolaus Wenda
27. Aick Logo
28. Evalina Wenda
Dari sekian nama –nama diatas ada dua tipe jurusan
antara lain,
Ø Jurusan Guru Mengajar
Ø Jurusan Umum untuk persiapan belajar ke luar negeri
Begitu pula dalam keberangkatan juga ada
berbeda,jadi dari sekian nama tersebut ada 10 orang yang jurusan umum dan
selain dari itu semua jurusan guru. Jadi waktu itu yang duluan berangkat ialah
jurusan umum dan setelah beberapa minggu kemudian jurusan guru menyusul kesana
berangkat.
3.7
Perjalanan Hidup Rantauan Negeri Orang
Hampir
selama 3 tahun lebih/ dari sejak SMA kelas 1 sampai dengan naik kelas 3,saya
belajar di Jakarta Propinsi Banten Kabupaten Tangeran Lippo Karawaci,Sekolah
Yohanis Surya Institute.Salah satu sekolah yang luar biasa memang waktu saya
melihat di sana karena saya sendiri awalnya tidak bisa menghitung
perkalian,penjumlahan,pembagian,dan pengurangan sampai saya mengikuti dan
belajar akhirnya semua bisa.Dan sekolah tersebut hampir semua itu asal papua
dan papua barat,dan saya pun bisa dapat pengalaman begitu banyak yang di
dapatkan demikian juga dalam segi pergaulan berteman dari beberapa daerah itu
semua.
Kemudian
saya hampir dari kelas 1 SMA sampai dengan naik kelas 3 SMA ikut belajar
martikulasi dan pada saat ujian akhir nasional kembali pulang ke papua dan bisa
sesuikan dengan SMA di papua dan saya pun ikut ujian dan lulus SMA saya bisa
melanjutkan studinya.
3.8
Melanjutkan ke Jenjang Atas
Waktu
itu saya tamat dari SMA saya sangat berharap dengan program beasiswa di
lanjutkan ke luar negeri,namun saya gagal dalam program pemerintah tersebut
akhirnya,saya berusaha untuk melanjutkan studi di jayapura.Kemudian saya ikut
berangkatkan dan saya di antar sama kakak daftar salah satu Kampus Ottow
Gleisler di Fakultas Pertanian, namun saya di SMA jurusan IPA tetapi waktu itu
ketika saya tes saya lulus dalam ujian tersebut.
Lalu
saya lulus dan tinggal beberapa hari kemudian orang tua dari Wamena telepon dan
hari itu lagi di suruh untuk berangkat namun saya tidak uang untuk beli tiket
pesawat lalu saya menggadai barang dengan computer hanya dengan tujuan ke
wamena.Setelah saya beli tiket hari sorenya saya berangkat ke wamena,dan ini
adalah salah satu rejeki saya dan mungkin dalam kehidupan saya itu sudah di
atur oleh yang Maha Kuasa di atas itu adalah dalam pemikiran saya sendiri.
Kemudian
saya mendapatkan informasi bahwa ada beasiswa program pemerintah akhirnya saya
mencari informasi ke pemerintah dalam hal ini di dinas Pdan P ternyata benar
dan saya memintah untuk daftarkan diri dan mengambil formulir di bawah pulang
untuk melengkapi dalam persyaratan semua.Setelah saya melengkapi berkas itu
semua saya di bawah kembali untuk kumpul kemuadian setelah beberapa hari lagi
saya mendapatkan berita bahwa hasil tes tersebut di nyatakan lulus,itupun dari
kepala dinas langsung di sampaikan. Setelah saya dapat informasi itu saya
merasa senang kemudian saya hari besoknya berangkat ke jayapura untuk
keberangkatan selanjutnya.
Setelah
saya berangkat ke jayapura ternyata ada banyak orang-orang yang ikut program
pemerintah dengan nama UP4B/Afirmasi Program pemerintah dirjen dikti republik
indonesia khusus untuk orang asli propinsi
papua dan propinsi papua barat.
Kemudian saya mengikut materi pembekalan selama 1 minggu itu sekaligus acara
pelepasan calon mahasiswa itu semua,setelah saya mengikui alur dan 1 hari
kemudian di kumpulkan untuk pembagian kuota masing –masing untuk keberangkatan
sekaligus pembagian ticket pesawat,ketika kami mendengarkan masing –masing dan
saya dapatkan kuota di Bali.
Waktu
awal saya berangkatkan ke bali minggu,02 Agustus 2012 jam 10.30 waktu papua
dengan jenis naik pesawat garuda Indonesia,tiba di bali jam 18.00 wita. Setelah
kami tiba di bandara kami pun ada jemputan jadi kami langsung di antar ke
rusunawa bukit jimbaran bersama teman –teman,dan kami di tempatkan disana
kemudian hari besoknya kami di antar ke rektor untuk registrasi di masing
–masing fakultas/jurusan. Kemudian saya setelah registrasi mendapatkan di
fakultas teknik jurusan teknik mesin dan saya sudah mengukuti dan sampai saat
ini masih mahasiswa aktif di semester VIII universitas udayana fakultas teknik
jurusan teknik mesin bukit jimbaran.