Sabtu, 21 Januari 2017








KISAH  HIDUP

Muin Asso, lahir di salah satu nama kampung yang di kenal dengan kampung Pobiatma. Saya di lahirkan dari seorang ayah hebat dan ibu hebat dari buah hati kedua orang tua saya yang bernama Wesakin Asso sebagai ayah dan Anny E.Wetipo sebagai ibu. Kami ada tujuh saudara yang di lahirkan dari ketujuh itu di antaranya ialah semua di lahirkan putra dan putri satu,dari ketujuh ini masing-masing yang pertama James Asso,Muin Asso,Siliwan Asso, Zerra Asso,Yanus Asso, Yantho Asso,dan Jhan Asso.Dari semua ini mereka masih ada dan semua di kampung pobiatma.
Saya lulus SD tahun 2006 dari sekolah Yayasan Advent Maima,pada tahun 2009 lulus dari Sekolah Menengah Pertama SMP Negeri 3 Wamena Megapura-Papua dan 2012 lulus SMA Advent Sogokmo. 2012 melanjutkan tingkat perguruan tinggi Universitas Udayana Denpasar Bali.
Dan sampai sekarang masih melanjutkan jenjang kuliah S1 pada perguruan tinggi universitas udayana bali.Fakultas teknik Jurusan Teknik Mesin Bukit Jimbaran.

                                  KISAH PERTAMA
1.1    Buta
Pada waktu itu sekitar tahun 2000-an orang tua saya mengajak untuk saya masuk sekolah,sayapun ikut dan ikut tetapi masih bingun cara untuk menyesuaikan lingkungan karena pada saat itu ialah pikiran saya itu hanya ada untuk bermain saja. Kemudian yang saya perna ambil alas an itu di kampung saya juga yang di kenal dengan namanya tanah longsor,ketika longsor malam saya bangun pagi dari tempat tidur Honai langsung kesana akhirnya menjadi untuk saya ke sekolah menjadi malas. Waktu itu saya bermain pecek dan salah satu guru yang kita paling menakutkan yaitu Bapak Ramses Repasi karena beliau sering memaksakan untuk masuk sekolah iapun ke asyikan bermain pecek, ketika beliau bersuara dari jalan kamipun melarikan diri agar tidak dapat kena tangkap.

1.2    Sadar
Saya merasakan hal itu bahwa merasakan kembali akhirnya bisa sadar dan bisa berfikir demi sedikit untuk berfikir dewasa dan saya-pun ada niat untuk mau ingin sekolah dan zaman itu sangat sulit untuk berpakaian dan hidup tidak benar dan sayapun berusaha sampai akhirnya bisa juga.

1.3    Sekolah
Pada tahun 2001 saya mulai masuk sekolah tingkat sekolah dasar dan juga untungnya saya Pak guru menginformasikan kepada ayah saya bahwa anak namanya Muin Asso besok harus datang ke sekolah akhirnya saya pergi dan sampai depan sekolah ada salah satu teman namanya Musa Asso dia mendekati ke saya dan di kasih marah akhirnya saya pun merasa sedih dan menangis dan pulang ke rumah.
Dan hari esok saya kembali pergi lagi ke sekolah akhirnya mendapatkan salah satu hadiah dari Pak Guru yang sering membuat saya takut itu,dan saya sadar kembali padahal beliau hatinya bagus dan saya mendapatkan pakaian seragam lengkap dari pak guru akhirnya membuat saya senang.
     Begitu saya masuk sekolah Dasar iapun semakin mengerti dan tidak lama kemudian saya pun bisa membaca dan menghitung dari sejak bangku kelas II.Selama saya di bangku SD tidak perna tahan kelas dan selalu mendapatkan peringkat akhirnya saya bisa naik kelas juga dengan cepat.
     Waktu saya bangku kelas IV saya mendapatkan tawaran untuk ikut ujian karena di kelas saya hampir tidak sama dengan teman-teman istilah anak yang paling pintar itu adalah salah satu kebanggaan saya namun waktu itu.Ketika di tawarkan untuk ikut ujian saya meliaht bahwa kakak saya ada di bangku kelas VI akhirnya saya berfikir untuk mengundurkan diri dari tawaran saya tersebut di atas tadi penjelasan.Maka saya pun tetap semangat dan bertahan akhirnya pada tahun 2006 saya tamat dari sekolah dasar Advent Maima.
     Selama masih duduk di bangku sekolah dasar sampai dengan saya besar bersama dengan nenek Apsek Asso.Ia dari kelas dua sampai dengan tamat SD bahkan saya di besarkan disana bersama nenek saya dan selain itu berdampingan dengan Om-om saya disana.Iapun masih ingat karena nenek itu masih saying sekali dengan saya,walaupun nenek itu umur sampai puluan tahun dan dia berusaha untuk saya di besarkan dan sayapun bisa selesai dari sekolah dasar dan sayapun kembali ke orang tua untuk melanjutkan ke tingkat sekolah atas pertama.

                             KISAH KEDUA
2.1 Mencari Modal Sekolah
     Waktu itu saya tamat dari sekolah dasar,saya punya cita-cita untuk melanjutkan sangat besar dan punya impian yang begitu besar.Tetapi sayangnya tidak punya pondasi akhirnya sering jatuh bangun dan saya orang pendiam dari saudara saya yang lain dan takut untuk meminta kepada orang tua untuk  belikan pakaian seragam SMP.Dan saya pun kerja keras untuk bagaimana caranya untuk melanjutkan sekolah dan terpaksa saya mencari uang sendiri untuk tujuan agar saya bisa mendapatkan pakaian seragam dan untuk beli buku tulis.
     Salah satu cara untuk saya kerja keras ialah belah kayu bakar!! .Saya sering ikut Teman-teman saya belah kayu bakar da nada salah satu teman yang paling akrab Loss Asso dan bersama saudara lainnya juga,kadang kami merasa sakit hati karena kayu bakar yang kami belah tersebut orang mencuri dan kadang ada orang datang di bakar semua.Dari salah satu bapak yang bernama Esimola Asso dan saya bersama teman-teman merasa tidak enak dengan bapak tersebut dan kami pun tetap sabar dan berjuang kerja keras untuk hanya mau mendapatkan uang sejumlah 200,000,00 itu hanya untuk mau masuk sekolah.
     Hal yang paling sulit lagi untuk saya mencari uang ialah cari kumbang (Kipuli), ini yang paling sulit pagi keluar hutan masuk sampai dengan sore dan itu kami menabung sampai banyak sekitaran dengan jumlah uang 50.000,00 sampai dengan jumlah itu dapatkan kami sendiri bawah jual ke kota Wamena.
    
2.2 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
     Ketika saya berfikir dan saya merasa kembali untuk hasil usahanya,saya mempersiapkan pakaian seragam dan beli alat tulis dan sepatu semua,dan saya mendaftarkan diri untuk salah satu SMP negeri 3 Megapura. Disitu saya mengikuti tes seleksi akhirnya lulus dan saya melanjutkan disana,dengan jangka waktu tiga tahun selama bangku sekolah SMP.
     Hampir tiga tahun lebih saya berjalan kaki dari kampung Pobiatma ke sekolah Megapura dengan jarak antara kurang lebih 5 kilo. Hampir setiap hari pagi dengan berangkat kurang lebih jam 06.00Wit sampai dengan sore pulang jam 16.00 Wib. Waktu itu saya nekat untuk ingin mempunya sepeda dayung untuk membantu ke sekolah tetapi sayangnya sulit untuk mendapatkan hal itu,akhirnya terpaksa saya tetap jalan kaki dan kadang saya numpang dengan mobil jurusan ke sekolah bahkan pulang juga demikian.

2.3 Jangkah Waktu Lulus
     Dengan tidak sadar bahwa saya bisa cepat selesai juga dari SMP karena saya itu niat untuk sekolah terlalu tinggi dan bsar untuk harapan saya ke depan,walaupun saya berjalan kaki dari jauh tetapi tetap semangat untuk ke sekolah itu. Selama duduk di bangku kelas1 s/d kelas 3 saya tidak perna namanya tahan kelas bahkan saya sering memperoleh peringkat kelas di sekolah,dan itu ialah salah satu kebanggaan saya di saat itu.
     Meskinpun saya merasa senang karena hamper setiap guru mereka akrap dengan saya bahkan sampai kepala sekolah SMP Negeri 3 Megapura itu senangnya saya di saat itu,kadang kami merasa lapar pada saat jam istrahat sampai kami lari ke arah tersembunyi untuk menggali tanaman ubi milik guru-guru,dengan tujuan kami ingin makan ubi menta (Komuk).
     Saya bertahan sampai akhirnya bisa lulus dari smp negeri 3 Megapura itu salah satu ke banggaan buat saya dan keluarga saya walaupun itu salah satu usaha kerja keras untuk saya membesarkan nama orang tua dan kebanggan buat keluarga besar saya.
     Ketika saya tamat dari smp ada banyak teman-teman yang ingin melanjutkan ke sekolah menegah atas SMA dan saya bingug bahwa,saya lanjut/tidak??
Tetati saya ambil keputusan untuk melanjutkan sekolah akhirnya waktu itu orang tua sendiri di antar langsung untuk mendaftarkan salah satu sekolah yayasan Yapesli Wamena. Dan saya dengan percaya diri bahwa daftar hanya satu itu saja,dan saya melihat teman-teman saya itu banyak yang memilih sekolah,tetapi saya tidak ada pikiran seperti mereka dan saya memilih satu itu dengan harapan besar saya.

                                         KISAH KETIGA

3.1 Perjalanan Awal Sekolah Menengah Atas
            Ketika saya tamat dari sekolah menengah pertama di salah satu sekolah yaitu Smp negeri 3 Megapura,bahwa saya lulus ingin  melanjutkan ke tingkat atas SMA.Ketika saya tamat sayapun berusaha untuk mau melanjutkan dan mendaftarkan diri untuk masuk ke kota dan saya daftar di salah satu sekolah yaitu  Sma Yapesli wamena.Ketika saya daftar dan saya mengikuti ujian tes  akhirnya lulus disana dan saya melanjutkan disana selama satu bulan  lebih.

3.2 Awal Orientasi Sekolah (OSPEK)
            Awal mau masuk itu masing- masing sekolah harus memperkenalkan diri yaitu denga nama Ospek dan itupun ada persyaratan perlengkapan yang saya harus di siapkan sesuai permintaan oleh panitia pelaksana ospek. Begitupun saya sudah menyiapkan semua bersama kawan-kawan saya waktu itu,demikian pula saya mulai mengikuti kegiatan ospek tersebut selama dua hari berturut-turut,kemudian hari ketiga saya mulai malas karena saya jalan dari kampung naik sepeda dayung ke kota dengan jarak yang cukup jauh itu.
            Kemudian waktu itu saya agak terlambat sedikit akhirnya saya dapat hukuman dari panitia pelaksana ospek,maka mulailah dari itu saya merasa malas mengikuti kegiatan ospek tersebut,maka dari ke empat selanjutnya saya pun tinggal di rumah karena waktu itu panitia pelaksana ambil waktu selama satu minggu setelah itu saya beristrahat di rumah. Setelah beberapa kemudian mulai aktif masuk sekolah.

3.3 Awal Masuk Sekolah
            Begitu pula mulai aktif sekolah saya mulai masuk sampai dengan selama hampir satu minggu lebih,itupun saya datang dari kampung pobiatma dengan jarak kira- kira 12 kilo ke kota,itu adalah awal masuk sekolah jadi hati saya itu ada kesemangatan untuk pergi ke sekolah.Dengan demikian beberapa hari lagi di ajak sama Om tinggal bersama di kota Wamena,kemudian saya mengikuti masuk ke kota disana dan saya pergi ke sekolah dari situ bersama om tersebut.
            Saya mulai tinggal di kota dan merasa saya tidak tenang tinggal di kota itu,ada muncul pemikiran bahwa tidak bebas tinggal disana dan sudah rasa malas,kadang saya dengan pakaian rapi pergi keluar pagi sampai sayapun tidak pergi tujuan ke sekolah tapi lari ke tempat lain. Kemudian pada saat jam pulang ke sekolah saya pun pulang ke rumah dengan alas an bahwa saya itu dari sekolah padahal bukan dari sekolah.!!!!
            Kemudian setelah dua minggu lebih itu akhirnya saya meninggalkan sekolah dan saya pulang ke kampung selama dua minggu lebih saya tinggal bersama orang tua saya tinggal di rumah,dan banyak orang bertanya bahwa anak kenapa tidak kesekolah dan tinggal di kampung? Begitu pula saya pun kasih alasan dengan berbagai macam alasan saya,karena saya berfikir takut di marah sama orang-orang sekitaran semua.

3.4 Pindah Sekolah
            Waktu itu saya dengan tanpa ada tujuan berdiri di jalan raya depan rumah kemudian ada mobil lewat dari arah ke kota tujaun ke Kurima di bawah,saya meminta gantung untuk mengikuti mobil tersebut. Sampai saya ikut ke bawah dan sampai depan sekolah SMA Advent Sogokmo saya meminta sopir untuk stop dan saya turun disitu.
Dengan maksud tujuan bahwa saya mau minta izin untuk pindah sekolah disana salah satu kampung Sma Advent Sogokmo. Ketika begitu saya naik dari depan sekolah banyak teman-teman yang melihat dan mereka di tertawa karena pada saat itu kami teman sebangku di saat Sekolah Dasar,Saya pun menunduk kepala dan lurus kearah kantor sekolah dengan tujuan bahwa saya mau menghadap kepala sekolah,demikian saya ke sana bertemu dengan salah satu guru mudah Sir Arphi Mulait dan dia merasa senang dan bersenyum dan kita jabah tangan disitu dan bertanya? Adik ada mau perlu siapa? Jawab Sir saya ada mau ketemu sama sir kepala sekolah,begitu pula langsung di antar ke ruangan dan bertanya dengan kata” Boss bagimana ada yang saya bisa bantu anda” . Dan saya jawab Sir saya mau pindah sekolah disini? Jawab sir anda masuk saja karena sekolah ini ada untuk kalian dan besok anda bawah surat pindah dan surat foto copy ijazah akhir,kemudian saya meminta ucapan trima kasih dan pamit pulang kembali ke rumahnya.
3.5 Keaktifan Mulai Sekolah          
Setelah beberapa minggu kemudian saya mulai aktif masuk sekolah dan tidak sampai bulan dan belum naik kelas,begitu pula saya di ajak sama teman-teman saya waktu Kollombus Wetipo, Billy Asso, Lanny Asso dan Mully Wetipo. Kami ikut kegiatan program pemerintah kabupaten jayawijaya seleksi penerima beasiswa bagi asli putra putri lembah baliem. Jadi waktu itu memang nasib saya dan Tuhan sudah di atur untuk  pribadi saya,kemudian teman-teman saya di atas mereka sudah ikut tes seleksi dan mereka sudah dapat tembus,jadi memang waktu itu ada satu yang harus di cari kemudian saya yang dapat dan di ajak ke kota untuk tes seleksi tersebut.
Maka waktu itu saya pun ikut tes dan akhirnya dapat tembus akhirnya beberapa kemudian kami sendiri dapat informasi melalui radi RRI wamena kemudian di bacakan nama untuk berangkat ke Jakarta belajar disana.Lalu kami tidak lama kemdian berangkat dari wamena ke Jakarta kemdian saya ialah awal naik di dalam pesawat dan tidak perna naik pesawat seperti itu.

3.6 Awal Naik Pesawat Untuk Merantau di Negeri Orang
            Begitu saya mendengar informasi bahwa dalam waktu ini kami telah berangkat,maka saya tidur di kampung dan saya pagi berangkat naik mobil ke tempat tujuan kantor Wahana Visi Indonesi ( WVI ) dan saya melihat teman-teman saya itu memang datangnya sangat ramai dengan keluarga,tidak sebanding dengan saya datang sendiri tidak mendampingi keluarga satu pun. Kemudian kami di kasih arahan dan di bawah ke bandara untuk di berangkatkan.
            Dan ini adalah nama –nama asli putra putri kabupaten jayawijaya yang telah lulus hasil seleksi penerima beasiswa Yohanis Surya Institut Jakarta :
1.      Muin Asso
2.      Billy Asso
3.      Lanny Asso
4.      Kollombus Wetipo
5.      Mully Wetipo
6.      Fredy Matuan
7.      Tanus Elopere
8.      Alm.Mison Wenda
9.      Hernisa Gombo
10.  Hemiran Tabuni
11.  Natalia Paragaye
12.  Eliakim Itlay
13.  Edison Logo
14.  Alm. Welemina Wetipo
15.  Munike wetipo
16.  Andi Matuan
17.  Obeth Meaga
18.  Jefri Elosak
19.  Piter Hisage
20.  Yulli Gombo
21.  Ita Wetapo
22.  Ani Alua
23.  Veronika Wilil
24.  Merry Wetipo
25.  Albert Kossay
26.  Nikolaus Wenda
27.  Aick Logo
28.  Evalina Wenda

Dari sekian nama –nama diatas ada dua tipe jurusan antara lain,
Ø  Jurusan Guru Mengajar
Ø  Jurusan Umum untuk persiapan belajar ke luar negeri
Begitu pula dalam keberangkatan juga ada berbeda,jadi dari sekian nama tersebut ada 10 orang yang jurusan umum dan selain dari itu semua jurusan guru. Jadi waktu itu yang duluan berangkat ialah jurusan umum dan setelah beberapa minggu kemudian jurusan guru menyusul kesana berangkat.

3.7 Perjalanan Hidup Rantauan Negeri Orang
            Hampir selama 3 tahun lebih/ dari sejak SMA kelas 1 sampai dengan naik kelas 3,saya belajar di Jakarta Propinsi Banten Kabupaten Tangeran Lippo Karawaci,Sekolah Yohanis Surya Institute.Salah satu sekolah yang luar biasa memang waktu saya melihat di sana karena saya sendiri awalnya tidak bisa menghitung perkalian,penjumlahan,pembagian,dan pengurangan sampai saya mengikuti dan belajar akhirnya semua bisa.Dan sekolah tersebut hampir semua itu asal papua dan papua barat,dan saya pun bisa dapat pengalaman begitu banyak yang di dapatkan demikian juga dalam segi pergaulan berteman dari beberapa daerah itu semua.
            Kemudian saya hampir dari kelas 1 SMA sampai dengan naik kelas 3 SMA ikut belajar martikulasi dan pada saat ujian akhir nasional kembali pulang ke papua dan bisa sesuikan dengan SMA di papua dan saya pun ikut ujian dan lulus SMA saya bisa melanjutkan studinya.

3.8 Melanjutkan ke Jenjang Atas
            Waktu itu saya tamat dari SMA saya sangat berharap dengan program beasiswa di lanjutkan ke luar negeri,namun saya gagal dalam program pemerintah tersebut akhirnya,saya berusaha untuk melanjutkan studi di jayapura.Kemudian saya ikut berangkatkan dan saya di antar sama kakak daftar salah satu Kampus Ottow Gleisler di Fakultas Pertanian, namun saya di SMA jurusan IPA tetapi waktu itu ketika saya tes saya lulus dalam ujian tersebut.
            Lalu saya lulus dan tinggal beberapa hari kemudian orang tua dari Wamena telepon dan hari itu lagi di suruh untuk berangkat namun saya tidak uang untuk beli tiket pesawat lalu saya menggadai barang dengan computer hanya dengan tujuan ke wamena.Setelah saya beli tiket hari sorenya saya berangkat ke wamena,dan ini adalah salah satu rejeki saya dan mungkin dalam kehidupan saya itu sudah di atur oleh yang Maha Kuasa di atas itu adalah dalam pemikiran saya sendiri.
            Kemudian saya mendapatkan informasi bahwa ada beasiswa program pemerintah akhirnya saya mencari informasi ke pemerintah dalam hal ini di dinas Pdan P ternyata benar dan saya memintah untuk daftarkan diri dan mengambil formulir di bawah pulang untuk melengkapi dalam persyaratan semua.Setelah saya melengkapi berkas itu semua saya di bawah kembali untuk kumpul kemuadian setelah beberapa hari lagi saya mendapatkan berita bahwa hasil tes tersebut di nyatakan lulus,itupun dari kepala dinas langsung di sampaikan. Setelah saya dapat informasi itu saya merasa senang kemudian saya hari besoknya berangkat ke jayapura untuk keberangkatan selanjutnya.
            Setelah saya berangkat ke jayapura ternyata ada banyak orang-orang yang ikut program pemerintah dengan nama UP4B/Afirmasi Program pemerintah dirjen dikti republik indonesia khusus untuk orang asli propinsi  papua dan propinsi  papua barat. Kemudian saya mengikut materi pembekalan selama 1 minggu itu sekaligus acara pelepasan calon mahasiswa itu semua,setelah saya mengikui alur dan 1 hari kemudian di kumpulkan untuk pembagian kuota masing –masing untuk keberangkatan sekaligus pembagian ticket pesawat,ketika kami mendengarkan masing –masing dan saya dapatkan kuota di Bali.

            Waktu awal saya berangkatkan ke bali minggu,02 Agustus 2012 jam 10.30 waktu papua dengan jenis naik pesawat garuda Indonesia,tiba di bali jam 18.00 wita. Setelah kami tiba di bandara kami pun ada jemputan jadi kami langsung di antar ke rusunawa bukit jimbaran bersama teman –teman,dan kami di tempatkan disana kemudian hari besoknya kami di antar ke rektor untuk registrasi di masing –masing fakultas/jurusan. Kemudian saya setelah registrasi mendapatkan di fakultas teknik jurusan teknik mesin dan saya sudah mengukuti dan sampai saat ini masih mahasiswa aktif di semester VIII universitas udayana fakultas teknik jurusan teknik mesin bukit jimbaran.

1 komentar: