Minggu, 12 Maret 2017

anak asrama




JADIKAN ANAK SEBAGAI PECINTA TEMPAT TINGGAL ASRAMA”
Edisi Minggu,12/03/2017//Asrama Lanijaya Bali//Jam 18.56//Muin Asso
                Ketika seseorang mahasiswa mengalami krisis di dalam kehidupan ekonomi sangatlah bermasalah besar buat kami semua seorang merantau jauh dari keluarga,sangatlah bingun untuk mencari bekal untuk saat mengalami kekritisan energy daya tahan perut. Walaupun kondisi begini seorang mahasiswa itu tetap bertahan sesuai apa adanya dengan tempat tinggal. Hal ini sangat di sayangkan ketika jauh dari keluarga sangat sakit hati ketika melihat kondisi begini,jadikan makanan sebagai pendengar music dan spieker sebagai jadikan teman berbicara untuk menghibur suatu alat penghibur untuk menghilangkan daya tahan energy manusia.
            Penulis merasa sedih ketika mengalami hal begini dan hati ini sangat sakit,ketika terbayang kondisi ini seolah-olah hidup ini merasa anak tiri melihat berbayang ke kampung halaman. Artinya kenapa kami ini macam tinggal tidak punya keluarga begitu,sedangkan keluarga kami masih ada kita bisa mengalami begini,penulis yakin setiap orang mengalami hal yang sama pasti diapun berpikir seperti kami piker ini suatu hal yang sama. Dengan nyata hari ini memang benar penulis merasakan betul karena jujur kehabisan bekal satu/dua-pun di dalam kantong celana/saku ketika melihat teman saya demikian hal yang sama. Kami hanya merasakan betapa sakit dan melihat atap tengisan air mata, kami naik motor keluar masuk di rumah tidak ada seorang pun yang melihat betepa hari yang kami rasakan ini,kemudian begitu kami berdiam di dalam rumah tiba-tiba ada hujan yang melanda begitu besar,kami pun tetap berdiam diri di dalam rumah mendengar hujan berbunyi di atas atap pelapon/seng.
            Tidak bisa sabar ketika perut ini berbunyi tandanya untuk mengisi energy kami pun tetap sabar duduk diamkan diri dengan membuka computer ketika alasan belajar membaca padahal di dalam perut ini ada merontak untuk mengisi tenaga energy,apa boleh buat apabila kondisi sudah krisis begitu saja pasti tetap diam diri lebih bagus ketika kami keluar di jalan mengendarai sepeda motor dengan pikiran hal yang lain-lain. Kini saatnya kami tidak merasa ketika hari mulai sore dan gelap kami pun tetap bersabar diri di dalam kamar hanya mendengar music suatu penghibur diri dalam rumah,kemudian tidak rasa hari semakin malam dan waktu pun semakin berlalu dan semaikin gelap membuat dirinya berfikir bahwa itu diamkan diri untuk tidur dan berfikir untuk hari esoknya.
            Berarti kami hidup sehari bisa bertahan dengan secangkir segelas air mineral dan segelas minuman kopy dan dirinya bisa bernafas/kuat untuk hidup sehari. Karena penulis sendiri sudah banyak hal perna di alami dengan kondisi ini hampir kurang lebih tujuh tahun belajar mandiri,di anggap dengan kondisi begini itu salah satu hal biasa anggap teman hidup biasa. Tetapi tidak tau seperti teman-teman saya yang kondisi begini apa yang mereka sering berfikir di dalam hati mereka masing-masing itu dan kami dari semua itu hanya bisa rasakan hanya dalam diri kita sendiri orang itu,mengapa penulis bisa di katakana seperti ini ada maksud juga karena penulis tidak bisa melihat apa yang dia sedang berfikir posisi saat itu demikian juga dia tidak bisa melihat sementara posisi saya di pikirkan itu kami hanya merasakan hal itu saja. Demikian moment inilah suatu pembelajaran kedepan untuk penulis dan buat teman saya saat itu kami bersama.,
            Pentingnya di dalam kehidupan itu penulis hal ini suatu pembelajaran ke depana agar suatu saat saya mempunyai bekal yang lebih dari batas agar belajarlah di dalam ekonomi penggunaan agar tidak terjadi dalam pemborosan dan semakin awet  tahan lama,kadang memang hampir setiap orang teman saya itu tidak menahan apabila ada uang pasti dalam satu dua hari bisa habis sampai total namun itulah kelebihannya teman itu. Demikian juga dengan hal itu penulis sama juga dan lebih lagi dari semua oleh sebab itu memang benar bahwa penulis bisa sabar dan hindarilah dengan hal pemborosan itu. Namun penulis bisa berharap bahwa hal ini jangan lagi di alami mengulang terhadap teman-teman saya namun ini salah satu hal yang di harapkan kepada saya agar mereka itu bisa focus dalam tujuan mereka itu sendiri dan tidak hal yang mau dengar saya kata sakit itu hal yang bisa membuat kami  jatuh. Agar supaya hindari dari hal itu supaya mereka semua bisa sadar salah satu harapan penulis bahkan sampai sahabat lain mereka semua,dalam hal ini juga penulis berharap agar para konsentrasi dalam bidang ekonomi dari berbagai itu kita perlu belajar dari mereka tujuan bahwa bagimana cara agar saya itu bisa hemat di dalam kehidupan saya itu sendiri bahkan dari berbagai pihak lainnya.
            Penulis berharap semua hal itu adalah salah satu pembelajaran buat kami ke depan agar setiap orang itu hidup semua merata tidak ada istilah saya itu lemah tapi semua itu sama dan tujuan ke depan itu pun sama untuk membangun daerahnya masing-masing inilah salah satu harapan bangsa dan setiap orang itu mempunyai hidup yang sama ke depan.









                             Gambar 1.1
Kondisi memang hampir sama pada saat itulah ketika kami berada sama-sama di kota ini,tetap hampir setiap orang itu mempunya skill yang berbeda maka hampir dari semua itu ada yang bisa meyelesaikan dengan tepat waktunya supaya mereka duluan pulang ke tempat asalnya masing-masing namun kami yang lain tetap bersabar dalam hal posisi juga ingin sama seperti mereka.
                                                   Gambar 1.2
Inilah kalau penulis biasa jalan tanpa ada yang mau mendampingi sesorang jalan biasa sederhana namun disitu kadang jalan penuh dengan hayalan yang tinggi setinggi langit namun kenyataan di dalam hidup tak perna ada perubahan di setiap detik bahkan sampai jam selalu begitu saja,Namu disini saya hanya selalu bersyukurlah sebab Tuhan itu baik di dalam setiap hidup itu,banyak hal yang mengalami tantangan apa pun tetapi selalu bahagia itulah salah satu kelebihan dari penulis sendiri yang selama ini hampir  kurang lebih yang di rasakan. Memang benar penulis temui  disini setiap orang itu mempuyai sifat karakter yang berbeda dan tidak setiap orang itu karakternya yang sama, dan memang tujuan hidup itu baru sama ke depan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar